

Hidup
kita bukan untuk diri kita, dan mati bukanlah penamat segala siri cerita hidup
kita. Hidup ini adalah untuk bertemu Allah, tunduk dan menyerah pada Allah.
“Kullu
Nafsin Dzaiqotul Maut” (21:35)-Setiap yang bernyawa pasti akan menemui mati-
Allah SWT
berfirman: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya
pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari
neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung.
Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. "
(QS. Al-Imran:185)
Dunia
perubatan menjadi satu medan untuk aku menyaksikan berbagai bentuk kematian
didepan mata kepala sendiri, dan juga menyaksikan perbagai jenis kesedihan dan
ratapan dari Sang Keluarga si mati. Maha Suci Allah, yang memberikan aku
kesempatan untuk menyaksikannya dan Subhanallah yang memberikan aku kesempatan
untuk menginsafinya. Aku melihat bayi yang mati ketika dilahirkan, aku melihat
budak sekian tahun meninggal, dan aku melihat orang seumur ibu bapa ku berada
dalam sakaratul maut, dan aku melihat bayi yang belum sempat dilahirkan dan
mati dalam kandungan.
Aku
melihat pelbagai jenis kematian dari pelbagai jenis usia. Jadi kenapa wahai
hati kadang-kadang kita masih ego untuk bertaubat,masih ego untuk menundukkan
hati kepada pencipta kita kerana kita tidak tahu pinjaman nyawa dariNYA bila
akan diambil kelak, mungkin sebentar,mungkin esok atau beberapa tahun lagi,
semuanya adalah urusan dariNYA.
Ratapan
dari Sang Keluarga melihat betapa dangkalnya pemahaman agama masyarakat kini,
si mati sudah tiada baru berteriak "mak maafkan adik, ayah maafkan abang,
kakak tak sempat mak nak belikan kek, jangan pergi", seolah-olah mereka
tidak merelakan takdir dariNYA.
Wahai
manusia, sedarlah setiap yang ada pada diri kita, hatta diri kita sendiri
adalah pinjaman dari Allah dan bukan kepunyaan kita, orang-orang yang beriman
sentiasa merindukan kematian, jadi ayuhlah kita sentiasa bersiap dengan
kematian dengan sentiasa membawa bekalan untuk ke alam sana.
“Ya Allah
perbaikilah agamaku yang menjadi pelindung urusanku, perbaikilah duniaku yang
menjadi penghidupanku, perbaikilah akhiratku yang menjadi tempat kembaliku,
jadikanlah hidup ini sebagai kesempatan menambah setiap kebaikan dan jadikanlah
mati sebagai istirahat dari semua kejahatan” (HR Muslim)
Matikanlah
aku,ahli keluargaku dan sahabat-sahabatku dalam syahid..Amin..~Nanges~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar