Breaking News

Senin, 18 Juli 2016

MTsM Sumani : Tidak Ada Istilah Senior Junior, MATSAMA Akan Langsung Ditangani Guru

Pelaksanaan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) 
MTs Muhammadiyah Sumani Tahun Pelajaran 2016/2017
Sumani – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan Menteri Agama Republik Indonesia, mulai tahun pelajaran baru ini, melarang pelaksanaan masa orientasi siswa (MOS) / Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) yang melibatkan kakak kelas dan mengandung unsur perploncoan. Pelaksanaannya pun harus dilakukan guru, ketentuan baru tersebut diatur dalam Permendiknas Nomor 18 Tahun 2016 dan Keputusan Direktur Pendidikan Islam Nomor 962 Tahun 2016.
Kepala MTs Muhammadiyah Sumani (Susi Elfina) mengaku siap menjalankan kebijakan tersebut. Ia menegaskan, MOS/MATSAMA harus kembali ke tujuan awal yakni pengenalan Madrasah kepada peserta didik baru.
“MATSAMA itu kan untuk saling kenal baik sesama peserta didik maupun dengan pendidik, kemudian informasi kegiatan di madrasah, jadi tidak perlu ada senior junior,” tegasnya kepada penulis, tadi pagi.
Susia juga setuju MOS harus bebas dari atribut yang tak berhubungan dengan dunia pendidikan. Atribut dimaksud sering dibebankan kepada Peserta Didik baru oleh panitia.
Sampai hari ini, Susi menemukan ada kegiatan MOS/MATSAMA yang melenceng jauh dari makna MOS/MATSAMA sesungguhnya. Para Peserta Didik baru didandani layaknya hewan peliharaan. Ada juga siswa yang menggunakan rok dengan bahan tali plastik. “Intinya tidak boleh lagi ada atribut yang aneh-aneh,” tegasnya lagi.
Selain itu, Waka Kesiswaan MTsM Sumani (Arfimasri) juga mengaku bahwa Pelaksanaan MOS/MATSAMA tahun ini beda dengan yang lainnya. “Kami ikuti kebijakan yang berlaku, karena Peserta didik baru ini merupakan Kaum Intelektual yang yang akan menjadi generasi penerus bangsa, Jadi tak pantas memakai Atribut seperti itu”. Ungkapnya. (Adhan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered by Adhan Chaniago © 2012. All Rights Reserved - Sharing And Growing Together