Pelaksanaan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA)
MTs Muhammadiyah Sumani Tahun Pelajaran 2016/2017
Sumani – Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Anies Baswedan dan Menteri Agama Republik Indonesia, mulai tahun pelajaran
baru ini, melarang pelaksanaan masa orientasi siswa (MOS) / Masa Ta’aruf Siswa
Madrasah (MATSAMA) yang melibatkan kakak kelas dan mengandung unsur
perploncoan. Pelaksanaannya pun harus dilakukan guru, ketentuan baru tersebut diatur
dalam Permendiknas Nomor 18 Tahun 2016 dan Keputusan Direktur Pendidikan Islam
Nomor 962 Tahun 2016.
Kepala MTs Muhammadiyah Sumani (Susi Elfina)
mengaku siap menjalankan kebijakan tersebut. Ia menegaskan, MOS/MATSAMA harus
kembali ke tujuan awal yakni pengenalan Madrasah kepada peserta didik baru.
“MATSAMA itu kan untuk saling kenal baik
sesama peserta didik maupun dengan pendidik, kemudian informasi kegiatan di madrasah,
jadi tidak perlu ada senior junior,” tegasnya kepada penulis, tadi pagi.
Susia juga setuju MOS harus bebas dari
atribut yang tak berhubungan dengan dunia pendidikan. Atribut dimaksud sering
dibebankan kepada Peserta Didik baru oleh panitia.
Sampai hari ini, Susi menemukan ada
kegiatan MOS/MATSAMA yang melenceng jauh dari makna MOS/MATSAMA sesungguhnya.
Para Peserta Didik baru didandani layaknya hewan peliharaan. Ada juga siswa
yang menggunakan rok dengan bahan tali plastik. “Intinya tidak boleh lagi ada
atribut yang aneh-aneh,” tegasnya lagi.
Selain itu,
Waka Kesiswaan MTsM Sumani (Arfimasri) juga mengaku bahwa Pelaksanaan MOS/MATSAMA
tahun ini beda dengan yang lainnya. “Kami ikuti kebijakan yang berlaku, karena
Peserta didik baru ini merupakan Kaum Intelektual yang yang akan menjadi
generasi penerus bangsa, Jadi tak pantas memakai Atribut seperti itu”. Ungkapnya.
(Adhan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar